5 Masalah Yang Muncul Bagi Remaja Perokok


Masa remaja merupakan masa perubahan emosi, fisik, minat dan pola perilaku. Remaja mulai meninggalkan sikap dan tingkah laku yang kekanak-kanakan, dan mulai menunjukkan kemampuan berperilaku dewasa. Salah satu perilaku tersebut yaitu perilaku merokok. Perilaku merokok ini dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi remaja baik dari segi kesehatan, ekonomi, sosial dan psikologis.

Dilihat dari efek negatif bagi kesehatan, efek bahan kimia yang terkandung dalam rokok seperti nikotin, CO (karbon monoksida) dan tar akan merangsang kerja sistem saraf pusat dan detak jantung untuk mempercepat, menstimulasi kanker dan berbagai penyakit lain. Dampak negatif dari aspek ekonomi adalah perilaku merokok pada dasarnya membakar uang remaja yang tidak memiliki penghasilan sendiri. Dampak lain adalah dari segi sosial, asap rokok dapat membuat ketidaknyamanan bagi orang di sekitarnya. Dampak psikologis merokok dapat menyebabkan ketergantungan, yaitu individu akan merasa cemas ketika tidak bisa merokok.

5 dampak rokok bagi anak-anak dan remaja nyatanya sangat serius, bahkan dapat menyebabkan kematian pada beberapa kasus parah. Berikut beberapa dampak kesehatan yang dapat dialami jika seseorang merokok sejak usia remaja.

  1. Paru-paru berhenti berkembang

Memulai kebiasaan merokok terlalu dini sangat berpengaruh terhadap perkembangan paru-paru. Rokok menyebabkan gangguan pada pertumbuhan serta perkembangan paru pada anak-anak dan remaja yang dapat menimbulkan masalah kesehatan kronis saat mereka beranjak dewasa. Contohnya akan timbul penyakit yang sering dikenal dengan nama PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik).

Saat kebiasaan merokok pada anak-anak dan remaja berhasil dihentikan, ada kemungkinan paru-paru mereka dapat kembali berkembang. Namun, sebuah riset menyatakan bahwa jika seorang anak merokok selama 20 hari, maka dampak buruk terhadap paru-parunya sama seperti seseorang yang telah merokok selama 40 tahun dan ia pun lebih berisiko menderita kanker paru.

  1. Gejala penyakit jantung dan pembuluh darah

Tak hanya menghentikan perkembangan paru-paru, merokok pada usia remaja juga dapat menyebabkan kerusakan sistem peredaran darah yang akan berangsur semakin parah saat ia tumbuh dewasa. Ketika ia memasuki usia dewasa, bukan tidak mungkin berbagai penyakit dapat terbentuk, seperti penyakit jantung koroner yang risiko terkenanya 2-4 kali, aterosklerosis, gagal jantung, serangan jantung, hingga stroke. Penyakit-penyakit ini adalah penyebab utama dari kematian muda yang cukup tinggi terjadi diseluruh dunia.

Penelitian terhadap 20 juta orang selama beberapa tahun menunjukkan terjadi peningkatan prevalens infark miokard dan penyakit jantung koroner (PKJ) pada orang yang aktif merokok sebesar 70% dibanding orang yang tidak merokok.

  1. Kerusakan gigi

Merokok adalah penyebab utama dari gangguan kesehatan gigi dan mulut. Hampir setengah dari infeksi yang terjadi di mulut terjadi kepada para perokok aktif dengan rentang usia di bawah 30 tahun. Sebuah riset juga membuktikan hal yang sama, yaitu perokok aktif yang berusia sangat muda memiliki lebih banyak karies, plak, serta berbagai infeksi gusi dan mulut dibandingkan dengan anak seusianya yang tidak merokok.

  1. Masalah pada otot dan tulang

Penelitian dalam lingkup yang cukup besar dilakukan di Belgia dan melibatkan sebanyak 677 remaja. Dari penelitian ini diketahui bahwa remaja yang sering merokok memiliki kepadatan tulang yang rendah serta mengalami penurunan puncak pertumbuhan yang seharusnya terjadi pada usianya. Sama dengan penelitian sebelumnya, penelitian yang mengikut sertakan 1000 remaja laki-laki di Swedia menemukan bahwa kelompok yang merokok mengalami kerapuhan tulang dan mengurangi kepadatan atau densitas tulang pada bagian tulang belakang, leher, tengkorak, serta pada tangan dan kaki.

  1. Kanker

Rokok mengandung senyawa karsinogen yang dapat menginduksi mutasi atau pembelahan sel pada level DNA sehingga dapat menyebabkan kanker. Kanker paru merupakan kanker utama yang disebabkan oleh kebiasaan merokok.

Selain kanker paru, rokok juga dapat menyebabkan kanker mulut, laring, oro dan hipofaring, esophagus, lambung, pancreas, hati, usus besar, ginjal, kandung kemih, testis, serviks dan leukemia.

Itu dia beberapa risiko kesehatan yang dapat terjadi jika seseorang mulai merokok sejak remaja. Ada baiknya para orang tua tidak memberikan contoh yang buruk seperti merokok di depan anak dan lebih memerhatikan lingkungan di sekitar anak supaya mereka tidak terjerumus ke pergaulan yang berpengaruh buruk. Mari cegah kebiasaan merokok sejak dini agar tidak berdampak parah terhadap proses pertumbuhan anak di kemudian hari.

  Tips Agar Anak Remaja Terbebas dari Rokok

Beberapa cara efektif berhenti merokok di kalangan remaja, antara lain:

1. Persiapkan Diri

Menjalin komunikasi dengan anak remaja bukanlah suatu hal yang mudah. Terlebih, anak pada usia ini cenderung tertutup mengenai kebiasaannya, terutama soal pergaulan.

Sebagai orang tua, Anda mesti mempersiapkan diri untuk ‘turun level’ guna menyamakan gaya komunikasi dengan anak. Singkirkan dulu segala penilaian dan tahan diri untuk tidak menghakimi anak saat ia mulai terbuka.

2. Beri Contoh

Kebiasaan mengisap rokok pada remaja tidak melulu terjadi akibat pergaulan. Perilaku tersebut juga bisa ‘menurun’ dari orang tua yang merokok.

Oleh karena itu, bagi orang tua yang masih merokok, segera hentikan kebiasaan ini agar anak tidak ikut-ikutan. Semakin dini Anda berhenti dari kebiasaan merokok, semakin kecil pula peluang anak untuk menjadi seorang perokok.

3. Perhatikan Pergaulannya

Selain mencontoh orang tua, lingkungan pertemanan atau peer group juga bisa memengaruhi kebiasaan pada anak remaja — termasuk hubungannya dengan rokok.

Sebagai orang tua, ada baiknya Anda mengenali dengan siapa dan di lingkungan seperti apa anak banyak menghabiskan waktu. Dekatkan diri pada anak dengan bertanya seputar teman-temannya.

Dengan berusaha menempatkan diri pada level anak dan bersikap sewajarnya, Anda bisa mendapatkan kepercayaan darinya sehingga ia tak ragu untuk berbagi cerita seputar hubungannya dengan teman atau lingkungannya.


4. Beri Batasan yang Konkret

Jika telah berhasil mendekatkan diri pada level personal dengan anak, tetap ingat peran Anda sebagai orang tua. Berikan pula anak nasihat serta batasan yang jelas.

Tanyakan pula kepada anak Anda bagaimana pendapatnya mengenai kebiasaan merokok di kalangan remaja. Dengarkan dengan saksama, agar Anda dapat memberikan nasihat dan konsekuensi jangka panjang yang akan ia terima sebagai akibat dari merokok. 

Dalam hal ini Anda dapat melakukan pendekatan bukan sebagai posisi orang tua yang hierarki. Tapi, gunakan pendekatan komunikasi seolah memosisikan diri Anda sebagai teman dekat atau sahabat yang bisa diandalkan.

Buat sebuah pernyataan tegas secara prinsipal bahwa lingkungan keluarga yang Anda bina merupakan lingkungan antirokok. Waktu dan nasihat konsisten yang diberikan akan membuat anak semakin terbuka pada Anda, seiring dengan proses kedewasaan pada dirinya sendiri.



Tidak ada komentar untuk "5 Masalah Yang Muncul Bagi Remaja Perokok"